Skai aqidah

 

Materi Pelajaran 11 - Aqidah (Aqidah Islamiyyah Bagian 11)




M A ‘ H A D
S A B I L U L   K H A Y R


AQIDAH ISLAMIYYAH (BAGIAN 10)


Ustadz Abu Ya‘la Kurnaedi, Lc. حفظه الله تعالى.



TUJUAN-TUJUAN DARI AQIDAH YANG LURUS


Mempelajari aqidah memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah:

7.   Selamatnya amalan dari penyimpangan dalam beribadah kepada Allah ﷻ dan juga dalam bermuamalah kepada makhluk. Di antara asas aqidah yang lurus adalah mengimani para Rasul, yang secara otomatis menjamin keselamatan orang-orang yang mengikutinya, karena mengikut manhaj para Rasul.


8.   Memiliki kesungguhan dalam perkara-perkara yang dihadapi (dalam semua perkara), tidak akan menyia-nyiakan satu kesempatan baik pun untuk beramal, pasti akan mengerjakannya dalam rangka mengharapkan pahala dan tidaklah melihat suatu maksiat, melainkan akan menjauhinya karena takut dari dosa, karena asas dari aqidah ini adalah beriman kepada hari kebangkitan dan adanya balasan dari seluruh amalan


9.   Membentuk ummat yang kuat dan bisa berkorban dengan apa saja untuk kuatnya agama Islam ini, juga menguatkan pokok-pokoknya, dan tidak peduli apa yang menimpanya dalam hal itu

Lihatlah bagaimana Nabi ﷺ  kita mengajari aqidah lurus kepada para Shahabat radhiyallahu‘anhum, yang mana para Shahabat radhiyallahu ‘anhum menjadi kuat aqidah dan jiwanya.

Allah ﷻ berfirman:

إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِالله وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 15).

10.  Menjaga agama Islam dari konspirasi (persengkongkolan) orang-orang yang sesat baik dari luar Islam atau di dalam yang memerangi Islam

Dengan akidah yang lurus,  maka agama Islam ini dapat terjaga. Perlu diketahui cara menjaga agama adalah dengan cara menjaga aqidah Islam yang lurus bukan dengan pemahaman yang rusak dan akidah lurus adalah aqidah yang dibawa oleh Nabi ﷺ.


11.  Mewujudkan pengetahuan tentang rencara-rencana musuh-musuh Islam dan membongkar perencanaan makar mereka dengan ilmu dan dalil


Adapun mencukupkan diri dengan mengambil dari majalah, koran, radio atau dari televisi kemudian memalingkan anak-anak muda dari mempelajari aqidah dengan dalil dan menyibukkan diri dengan pengetahuan fiqhul waqi’ (fiqih realita), maka ini merupakan kebodohan juga menyia-nyiakan waktu kepada yang tidak ada faedahnya dan tidak membawa manfaat untuk individu dan masyarakat.


12.  Mendapatkan ridho Allah ﷻ, dan mendapatkan kemenangan dengan cara mendapatkan pahala dari Allah ﷻ serta menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat serta mendapatkan kemuliaan.


Allah ﷻ berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, (yaitu surga)". (QS. An-Nahl: 97).


Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta‘ala berkata,

"Yang dimaksud dengan kehidupan yang baik adalah lapangnya dada dan tenangnya hati".


Dari ayat ini kita meyakini bahwa kebahagiaan bukan terletak pada harta, bukan terletak pada popularitas dan bukan juga terletak pada dunia. Kebahagiaan hanya terletak pada iman dan amal shalih.


Semoga bahasan dari beberapa tujuan aqidah Islamiyyah ini bermanfaat.


Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Barakallahu fiikum..



T I M M A H A D S A B I L U L K H A Y R

sosmed.sabilulkhayr.com

•┈┈•⊰•● S K A I •┈┈•⊰•●

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tsl

Skai aqidah

TSL- Halaqah 4 Tsalatsatul utsul Makna Hanifiyyah