Skai tajwid

Assalamualaikum, warahmatullah wabarokatuh. Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa laa haula wala quwwata illa billahil sekalian 


pada kesempatan yang mulia ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang makhraj lisan 

kita akan membahas tentang makhroj yang 6 7 8 9 10. 

Adapun makhroj ke-6 dari makhroj lisan adalah untuk huruf ن nun, huruf nun keluar dari ujung lidah pada posisi gusi 2 gigi seri atas di bawah sedikit setelah lama sekali lagi bahwa itu dari ujung lidah pada posisi gusi 2 gigi seri atas keluar huruf nun naninu kita tempelkan ujung lidah kita 

pada posisi 2 posisi gusi 2 gigi seri atas na ni nu an.

kemudian berikutnya adalah untuk huruf huruf makhraj huruf ر ra keluar dari awal punggung ujung lidah pada posisi Kursi Dua gigi seri atas huruf ra keluar dari awal punggung ujung lidah pada posisi busi dua istri atas sangat dekat dengan huruf nun keruh dan ada dua jenis tebal dan tipis yang tebal ketika kita mengucapkan offroad yang tebal sebagaimana digambar pangkal lidah kita naik ke atas adapun yang tipis pangkal menurun yang tebal ketika di rumah dan di Fathan adapun yang tipis akan yang di kasur dan penjelasannya akan dijelaskan pada pembahasan tentang tentang huruf 

berikutnya yang ke-8 untuk makhroj huruf ط ت د  dimanakah keluar tiga huruf ini keluarnya pada ujung lidah pada posisi pangkal lagi pada posisi pangkal 2 gigi seri atas keluar huruf dal 


 pengucapannya tentunya kalau kita lihat di gambar huruf ketiga mengucapkannya pangkal lidah nya naik ke atas karena dia memiliki sifat yang tinggi atau yang masih muat. Adapun ketika mengucapkan huruf dal dan tak karena dia bersifat ini kita akan istifal maka tidak ada kesulitan atau dia mendatang ucapannya tak sama ada yang agak berat untuk mengucapkan agama. Karena harus menaikkan pangkal ini barangkali yang bisa kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tsl

Skai aqidah

TSL- Halaqah 4 Tsalatsatul utsul Makna Hanifiyyah