DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA POLITIK (SEBUAH TUGAS DIZAMAN S1))
DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
DALAM DUNIA POLITIK
1. Nurul Hidayah
2.
Elis Fitriani
3.
Devid Lestari
4.
Johanna Tania Listio
5.
Iqlima Pratiwi
6.
Arif Pambudi
7.
Indra Aries M.
8.
Titah Ratri N
Universitas
Negeri Malang
Fakultas Pendidikan
Psikologi
Jl. Semarang No. 04,
Kota Malang
Tahun Ajaran 2012 /
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala
rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah Pendidikan Pancasila yang berjudul “Dampak Tekhnologi Informasi
dan Komunikasi dalam Dunia Politik” tepat pada waktunya. Tak lupa kami
sampaikan terimakasih kepada Ibu Anik Susanti selaku pembimbing kami dalam
menyelesaikan makalah ini.
Kami
menyadari bahwa makalah yang telah kami selesaikan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua
kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.
Akhir kata, kami ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat
bagi semua kalangan.
Malang, 1 November 2012
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Politik adalah kegiatan pengambilan
keputusan kolektif untuk kepentingan bersama. Ditinjau dari makhluk sosial,
jelaslah bahwa politik merupakan kebutuhan bagi setiap manusia. Dari sebuah
keluarga kecil, keanggotaan kelas, hingga negara adalah sebuah kegiatan
politik.Politik memerlukan keterampilan berkomunikasi agar tujuan utama dari
hal yang sudah ditetapkan bersama dapat tercapai. Kegiatan komunikasi yang
konvensional tidak gampang dan tidak efisien untuk dilakukan, apalagi jika
kegiatan politik itu adalah sebuah negara yang mengurus ratusan juta penduduk
dan harus disampaikan dengan cermat. Dari sinilah teknologi informasi digunakan
untuk membantu menyatukan kegiatan politik.
Kegiatan
politik identik dengan kegiatan kenegaraan yang ruwet dan tidak menyenangkan.
Padahal, tanpa adanya politik maka sistem negara tidak bisa berjalan. Demokrasi
tidak berkumandang. Suara rakyat tidak dapat direalisasikan. Generalisasi
pandangan terhadap politik ini diakibatkan ketidaknyamanannya bagi masyarakat
yang awam terhadap politik. Bagi
Dimungkinkan
bahwa teknologi informasidalam masa
yang akan datang akan digunakan untuk pengambilan keputusan politik, misalnya
untuk pemilihan umum yang konsep tersebut telah muncul di beberapa negara maju.
Selain itu masyarakat bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para
eksekutif dan legislatif pemerintah melalui e-mail atau forum elektronik
melalui web yang dibangun pemerintah setempat
Dari pandangan tersebut maka
masyarakat akan meminta kejelasan informasi, transparansi, kebebasan
berpendapat, dan pengajuan saran. Hal ini merupakan pilar demokrasi yang
utama. Permintaan masyarakat ini perlu difasilitasi dengan jejaring
sosial yang luas antara masyarakat ke masyarakat dan masyarakat ke pejabat
tinggi.
Teknologi informasi memberikan
fasilitas jaringan sosial yang luas bagi kegiatan komunikasi antar pejabat
negara dan masyarakat. Sebagai contoh realisasi kini sudah banyak negara-negara
maju yang memulai penerapan kegiatan politik yang menggunakan teknologi
informasi secara penuh untuk menghubungi antar departemen dan pemerintahan. Kegiatan
ini disebut sebagai e-government. Bahkan seperti di negara Amerika presidennya
berpidato seminggu sekali dan menjawab pertanyaan khusus dari dan kepada
rakyatnya menggunakan aplikasi yang ada di internet.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah makalah ini
berdasarkan latar belakang di atas adalah :
v Apa saja
fasilitas tekhnologi informasi dalam kegiatan politik?
v Apa saja dampak positif teknologi informasi
dan komunikasi dalam dunia politik?
v Apa saja dampak negatif teknologi informasi
dan komunikasi dalam dunia politik?
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
v Untuk
menjelaskan fasilitas tekhnologi nformasi dalam kegiatan politik.
v Untuk
menjelaskan dampak positif tekhnologi informasi dan komunikasi dalam dunia
politik.
v Untuk
menjelaskan dampak negatif tekhnologi informasi dan komunikasi dalam dunia
politik.
1.3 Manfaat
Adapun
manfaat dari makalah ini adalah:
v Agar
memberikan pengetahuan mengenai fasilitas tekhnologi nformasi dalam kegiatan
politik.
v Agar
memberikan pengetahuan tentang dampak positif tekhnologi informasi dan
komunikasi dalam dunia politik.
v Agar memberikan pengetahuan tentang dampak
negatif tekhnologi informasi dan komunikasi dalam dunia politik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Fasilitas Tekhnologi Informasi dalam Kegiatan
Politik
Adapun fasilitas teknologi informasi
yang digunakan dalam kegiatan politik di negara maju adalah sebagai berikut:
v E-mail
E-mail adalah surat elektronik yang
dikirimkan menggunakan jaringan antar komputer. Untuk negara yang sudah siap
dengan e-government kegiatan surat-menyurat sudah di efesiensikan semaksimal
mungkin menggunakan media elektronik. Berita yang disampaikan kepada sebuah
instansi dan pejabat tertentu akan lebih mudah dan cepat dengan keamanan informasi
yang tinggi. Selain itu penggunaan bertumpuk-tumpuk kertas dapat dikurangi dan
mengurangi pengeluaran belanja.
v Portal Pemerintahan
Portal adalah sebuah website khusus
yang menyediakan tempat bagi divisi-divisi pemerintahan agar dapat diakses. Portal
ini menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin mengetahui perkembangan
dari kegiatan pemerintah. Portal ini juga memberikan tempat agar warga dapat
berinteraksi dengan pejabat dan pelayanan masyarakat secara langsung.
v Blogging
Blogging adalah kegiatan menulis
informasi, baik berita maupun artikel, dan diletakkan di halaman yang dapat
diakses. Bagi negara yang sudah menerapkan e-government maka kegiatan blogging
adalah sebuah hal yang wajib dilaksanakan agar masyarakat dapat mengetahui
kegiatan apa yang sedang dilakukan pemerintah. Dengan adanya blogging
mendekatkan hubungan pemerintah ke masyarakat. Masyarakat dapat mengomentari
apa yang pemerintah tulis. Dengan demikian demokrasi dapat terjalin dengan
nyata dan pemerintah dapat segera mengevaluasi diri.
v Video Streaming
Video streaming adalah fasilitas
penaruhan video untuk dapat diakses. Kegiatan video streaming dapat
dilaksanakan secara off-air, yaitu di rekam terlebih dahlu kemudian di unggah,
atau secara on-air, yaitu saat itu juga objek yang di stream diakses.
Di beberapa negara maju pemimpin
negara secara langsung memberikan pidato dan tanya jawab kepada masyarakat
menggunakan video streaming melewati internet. Walaupun harus diakui bahwa
dengan perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat sekarang ini selain
membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalahgunakannya.
2.2 Dampak Positif Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Politik
Kegiatan
politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat
besar diantaranya :
v Dalam Demokratisasi
Salah satu tujuan utama dalam
penggunaan politik dibantu dengan teknologi informasi adalah adanya peranan
besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah. Dengan e-government maka hal
ini bisa tercapai. Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat berinteraksi
dengan rakyat yang telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting,
saran dan kritik akan dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman. Ini
membuat masyarakat lebih tanggap dan mendapatkan kemungkinan suaranya didengar
secara mudah. Masyarakat yang dapat bercakap-cakap langsung dengan anggota DPR
itu juga dapat melakukan review kenapa mereka memilih
perwakilan mereka tersebut dan dapat menentukan pilihan untuk wakil mereka di
masa depan.
v ramah lingkungan
Dengan menggunakan teknologi
informasi berarti informasi yang disampaikan kebanyakan menggunakan media
digital. Surat menyurat yang mungkin pada awalnya dapat bertumpuk-tumpuk kini
cukup dengan menggunakan e-mail sudah dapat dilaksanakan. Dengan
demikian penggunaan kertas dapat dikurangi yang berarti penebangan pohon dapat
berkurang.
v Cepat, efisien, nyaman
Kegiatan
komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan teknologi informasi
menyebabkan sampainya berita lebih cepat, dilakukan secara efisien, dan nyaman.
Misalnya jika ada masyarakat yang ingin mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat
maka cukup dengan menggunakan e-mail surat dapat sampai dengan segera.
v Politik Internasional
Di bidang politik internasional,
juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di
bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah
dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya
kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi,
sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
2.3 Dampak Negatif Teknologi Informasi dalam Politik
Walaupun
penggunaan teknologi informasi dalam politik memberikan benefit yang sangat
banyak, namun tetap ada dampak negatifnya, dalam segi:
v Biaya
Walaupun
politik yang menggunakan informasi dan teknologi dapat melakukan pengeluaran
yang lebih sedikit daripada konvensional, namun sebelumnya untuk membuat
infrastruktur dan teknisinya akan memiliki biaya yang sangat mahal.
v Jangkauan akses
Harus
diakui tidak semua orang melek terhadap teknologi. Bagi warga yang berada jauh
di pedalaman akan susah untuk mengakses website, blog, atau video streaming
tentang politik di Indonesia.
v Transparansi
Pada
beberapa negara maju, banyak yang meragukan berita-berita negara yang
diterbitkan oleh negara sendiri. Alasannya karena yang menulis berita itu
adalah negara dan penerbitnya adalah negara. Kecurigaan akan modifikasi berita
dapat terjadi
v Privasi
Sebuah
badan politik seperti negara memerlukan tanggapan dari warganya. Jika negara
terus meminta informasi maka privasi dari seseorang semakin sulit untuk dijaga.
Ini akhirnya menjadi dilema, di sisi yang satu data dari masyarakat dihimpun
untuk mengembangkan kegiatan negara namun di sisi yang lain negara pun harus
menjunjung tinggi hak privasi warganya.
Dalam
membuat kegiatan politik menggunakan teknologi informasi menjadi nyaman maka
dampak negatif yang ada harus sebisa mungkin diminimalisir. Adapun solusi yang
dapat dirujuk dan dikembangkan adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat diajarkan fungsi dan
manfaat teknologi informasi. Perkembangannya yang semakin pesat akan harus
selalu dikejar masyarakat agar dalam kegiatan politik dan teknologi informasi
masyarakat dapat mengikuti. Tanpa adanya pemahaman akan teknologi informasi
maka kegiatan e-government sendiri tidak akan berjalan.
2. Kegiatan-kegiatan negara sedini
mungkin menunjukkan transparansi kepada masyarakat. Masyarakat yang dapat melihat
kegiatan negara maka dapat menjadi semakin kritis dan memberikan solusi tepat
guna. Kegiatan yang ditutup-tutupi oleh negara hanya akan memberikan rasa tidak
percaya dari masyarakat.
3. Masyarakat diberikan pemahaman
menyeluruh tentang etika dalam teknologi informasi agar dapat membentengi diri
dalam penyalahgunaan privasi, baik itu dari orang lain maupun negara. Dengan
demikian data-data yang tersalurkan adalah data yang memang dibutuhkan untuk
pengembangan negara dan bukan data pribadi yang tidak berhak untuk disebarkan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Kegiatan politik
menggunakan teknologi informasi sudah tidak dapat dipungkiri kini sedang
berkembang. Untuk menjadikannya sebagai sebuah sistem yang berjalan dan riil
haruslah didasari dengan kesiapan dan kesadaran akan partisipasi masyarakat.
Sistem yang dibangun harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat
untuk memberikan tanggapan kepada pemerintah.
Dalam
perkembangannya kini kegiatan politik bukanlah sebuah hal yang tertutup. Di
dunia modern kegiatan politik yang terbuka lebih disambut hangat dan
berkembang. Negara-negara seperti Korea Selatan, Amerika, dan Kanada yang
mengembangkan sistem berpolitik menggunakan sistem teknologi informasi terbukti
dapat berkembang pesat dan mendapat kesan positif di mata dunia.
3.2
Saran
Pemerintah
dan pejabat pemerintah harus sadar akan perkembangan teknologi informasi dan
pemanfaatannya pada dunia politik. Indonesia masih belum siap karena belum
adanya kesadaran penuh bagi modernisasi pengembangan politik ini. Kegiatan
politik menggunakan teknologi informasi harus mulai diterapkan sejak dini.
Pemerintah dan masyarakat harus bersifat terbuka dalam pengembangan negara agar
makna dari demokrasi dapat dirasakan secara penuh kepada semua lapisan masyarakat.
Generalisasi bahwa yang dapat memberikan perubahan dalam tatanan sistem adalah
pejabat harus dihilangkan agar masyarakat dapat sadar bahwa demokrasi berada di
tangan rakyat dan rakyat memiliki andil besar bagi negara.
Perkembangan
teknologi harus disesuaikan dengan budaya dari negara agar penyatuannya dalam
politik dapat dengan cepat direalisasikan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan
dengan menggunakan sumber daya lokal yang berkualitas untuk mengembangkan
sistem. Hal ini memberikan manfaat lebih bagi perkembangan teknologi lokal agar
terus belajar. Di sisi biaya dengan pemanfaatan tenaga lokal juga akan
memberikan penghematan yang signifikan.
DAFTAR PUSTAKA
Setiawan, Wawan. 2009. Pengantar
Teknologi Informasi. Bandung: UPI Press
Komentar
Posting Komentar