Naseeha Muqoddimah Kelas Pranikah

 


21.03

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush. Shaalihaat, ih tadi al-muhtadun Allahumma sholli wasallim ala habibina wa syafi'ina Muhammad shallallahu alaihi wa ala alihi wa sallam wa manihtada bihamdihi setan lagi sunat saudara-saudaraku sekalian sobat nasehat yang mencintai sunnah dan dicintai oleh Allah Azza wa Jalla tidak ada rangkaian ibadah yang panjangnya tak cukup 2 jam yang waktunya tak cukup Semalam dua malam atau yang lamanya tak cukup sebulan dua bulan Ila nikah kecuali nikah bahkan tidak ada pula ibadah yang pahalanya bisa menyempurnakan ibadah lainnya selain nikah. karenanya Imam thawus rahimahullah seorang tabiin belum pernah mengatakan hatimu akan sempurna ibadah seorang siap seorang pemuda sampai ia menikah 


dan menikah sejatinya bukan hanya sunahnya umat Muhammad saja bukan sunnah dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam saja tidak kita sering mendengar ini ketika acara nikah dimana senantiasa disampaikan disana nikah? 


فمن رغب عن سنتي فليس مني. 

dan barangsiapa yang iya enggan dengan sunnahku, maka ia bukan bagianku banyak diantara kita yang kemudian menyimpulkan bahwa nikah ini sunnahnya umat Maha dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam nikah bukan hanya Sunnah dari beliau Shallallahu Alaihi Wasallam saja melainkan nikah para rasul nanti kita yang mulia Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda 

من سنن المرسلين هل 

empat perkara yang termasuk sunah nya para rasul

yang pertama alhaya rasa malu 

Yang kedua attatur memakai wewangian 

Yang ketiga bersiwak 

dan yang keempat nikah 


Maka menikah itu sunnahnya para rasul. pernikahan adalah sebuah ibadah yang agung ibadah yang terus dipegang erat walaupun ajal sudah mendekat mengingat banyaknya pahala yang terkandung didalamnya sampai-sampai sahabat Mulia Abdullah Ibnu Masud radhiyallahu anhu 

من اجل العشره ايام ساعدني اكو التوبه؟ 

Aku tinggal 10 hari lagi nikah. Aku punya kemampuan untuk menikah data cowok itu niscaya aku akan menikah. Kenapa karahi aja lah azab Allah karena aku benci tatkala berjumpa dengan Allah dalam keadaan Abang dalam keadaan membujang ini semua adalah seruan-seruan untuk menikah dan semua keutamaan ini jelaslah bahwa pernikahan itu butuh bekal ilmu Karena ndak mungkin ada perkara penting tanpa landasan ilmu. 


ilmu tentang pernikahan ini bukan ilmu yang bisa dikuasai secara otodidak Seperti apa mungkin desain grafis fotografi dan lain sebagainya


ilmu dalam pernikahan ada ilmu mungkin seputar taaruf ada mungkin seputar istikharah ada ilmu seputar apa seputar apa saja aib-aib yang perlu disembunyikan dan ip yang perlu di perbincangkan semua ada ilmunya ada dalam pernikahan seperti apa hak dan kewajiban suami istri ada ilmu buah dari pernikahan ini Parenting atau sikap tatkala rumah sedang di ujung tanduk dan lain sebagainya penuh dengan ilmu 


Sahabat naseha yang mencintai sunnah dan dicintai oleh Allah Azza wa Jalla pernikahan itu butuh proses panjang pembelajar sks-nya setiap saat kurikulum yang bukan kurikulum sederhana Tidak bisa seperti beli roti Kapan terbersit keinginan bisa langsung cari dan beli sebelum memutuskan menikah ia harus intropeksi dulu apa iya? sudah wajib untuk menikah Jangan jangan cuma sekedar pingin jangan jangan hanya karena baper ngeliat temen seangkatan sudah nyebar undangan kalau 

Apa faktor pendorong untuk menikah itu sudah kuat seperti Maisha nafkah juga Apa ada faktor penghalang Seperti misalnya persyaratan dari orang tua Ridho dari orang tua dan lain sebagainya. Kalaupun sudah lolos. Fase ini apakah sudah ada calon pasangan yang sesuai Sebagaimana yang ditetapkan oleh syariat? Belum Lagi niat yang harus diluruskan sepanjang Proses ini berlangsung jangan sampai ke dahuluan. Apa main hati yang bisa buat setan kegirangan dan tepuk tangan. Begitu pula ada sisi masa lalu yang dahulunya punya Aqila punya salah karena mungkin ada beberapa hal yang kelewat batas dalam hubungan lawan jenis pastikan Taubat sudah dilakukan jangan sampai mata ini sering nangis minta dunia tapi tidak pernah nangis nangis ketika minta ampunan dosa. Percayalah ketika semua itu dilakukan dengan sesuai runtutan Insya Allah hasilnya akan membahagiakan 


anak kuliah Al Ikhlas sobat-sobat naseha yang mencintai sunnah dan dicintai oleh Allah Azza wa Jalla 


perkara yang mesti dibahas dalam bekal pernikahan harus sabar harus telaten ndak boleh bosen kalau urusan dunia saja kita bisa sabar sampai lulus S1 dan S2 lanjut S3 dan lain sebagainya jangan sampai dalam urusan ibadah yang agung ini keilmuan kita cuma setingkat SD setingkat SMP baru lahir pranikah sudah males sudah merasa. Oh, nanti sudah tahu ilmu dalam pernikahan ilmu pasca pernikahan jangan sampai Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah Innallaha 

كل عالم بالدنيا جاهل بالاخره الله اكبر. 


Allah itu ndak suka orang-orang yang dia pandai urusan dunia pintar dalam perkara dunia, tapi jahil urusan akhirat bodoh urusan akhirat. maka Yakinlah dengan mempelajari ilmu ini akan menjadi wasilah kita untuk menjadi pribadi yang lebih pribadi yang lebih matang lebih tahu skala prioritas 


Karena memang harus diketahui 


dalam kehidupan rumah tangga itu banyak sekali ibadah yang perasaan para ulama bahkan menjelaskan sibuknya seseorang karena urusan yang lahir dari konsekuensi menikah sibuk atas urusan yang itu merupakan konsekuensi nikah sibuk nyari Maisa sibuk momong anak dan lain sebagainya, maka kesibukan seperti ini lebih berfaedah daripada melaksanakan ibadah sunnah untuk dirinya sendiri Kalau dia melakukan ibadah sunah kebaikan untuk siap untuk dirinya tapi kalau iya sibuk dalam urusan-urusan yang lahir karena konsekuensi pernikahan kebaikannya bukan hanya untuk dia kebaikannya istrinya kebaikan untuk anak untuk mertua dan di sebagai Besar harapan kita setelah nanti mengamalkan ilmu yang dipelajari bisa melahirkan pertolongan dari allah. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu Alaihi Wasallam 


 “Ada tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah; seorang budak yang ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, orang yang menikah karena ingin memelihara kesucian, dan pejuang di jalan Allah.” [HR At-Tirmidzi 1352, Ibnu Majah 1512]

Budak yang ingin membebaskan dirinya dengan menebus dirinya Budak ini bukan sembarang Budak ada budak yang tatkala. Ia ingin bebas dengan cara apa menebus dirinya ketika dulu dibeli majikan 30 Dinar maka ia berusaha untuk mengembalikan 30 dari hasil jerih payahnya maka muka tapi ini budak yang yang dikatakan sebagai mukatab ketika dia ingin menebus dirinya adalah termasuk golongan yang tidak akan apa tidak akan dibiarkan oleh Allah pasti ditolong yang kedua 


الذي يريد العفاف. 


Karena ingin memelihara kesucian karena ingin menjaga kehormatannya bukan menikah karena paksaan dan ikut-ikutan karena baper yang lain yang sudah menikah karena mungkin usia sudah tua karena benar-benar ingin menjaga benar-benar ingin memelihara Kehormatan dan kesucian dan yang terakhir golongannya. 

Mujahid fi sabilillah


Orang-orang yang berjihad dijalan Allah Allahu Allah semoga Allah berikan kepada kita semua dan atas banyak sekali pulangnya serta sedikit lebihnya namun akhir-akhir udah Alhamdulillah Hirobbil Alamin Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tsl

Skai aqidah

TSL- Halaqah 4 Tsalatsatul utsul Makna Hanifiyyah