TSL empat perkara yg wajib dipelajari

 18.09

Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah Amma ba'ad sahabat pembelajaran program dirosah Islamiyah Tarbiyah sunnah learning insya Allah kita akan simak mata kuliah Ushul tsalatsah di kuliah pertemuan kedua bersama Ustadz Sigit Santoso kepada Ustaz dipersilahkan Bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbilalamin 

في هذه الدوره العلميه المباركه. 

pembahasan kedua 4 perkara dalam surat alashr yang wajib dipelajari yang mana Dengan ini kita akan memulai membaca kitab Al Ushul tsalatsah. 

Jadi bagi para Tholib silakan untuk membuka kitabnya Bismillahirrohmanirrohim Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. 

saudaraku, Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepadamu bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat perkara penulis memulai dengan basmalah mengikuti Alquran dalam mengawali setiap suratnya dan mencontoh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menjadikan Basmalah sebagai pembuka dalam surat-suratnya 

diantara nama-nama Allah ya rahmatnya mencakup segala sesuatu ar-rahman maknanya lebih luas Iyalah Rahmat yang mencakup setiap makhlukNya tanpa terkecuali sedangkan orang lain maknanya lebih khusus hanya kepada hamba-hambanya yang beriman ketika penulis mengatakan ia alam rahim makalah atau ketahuilah saudaraku. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada Mu di sana penulis berdoa untuk para pembacanya halnya seorang guru yang mendoakan murid-muridnya ketika sedang berada pada satu majelis Alula ilmu-ilmu ialah mengenal mengenal nabinya dan mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya kita perlu dan harus berilmu akan Allah mengenal nama dan sifatnya mengetahui kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya serta mensucikannya dari setiap sesuatu yang tidak pantas disandarkan untuk 


berilmu akan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berarti mengetahui hak-haknya 

yang mana hak ini perlu kita tunaikan selaku umatnya. 


dan berilmu akan agama Islam berarti mengetahui seluk-beluk keislaman dari yang berkaitan dengan keimanan hingga kepada tata cara beribadah yang mana ketiga hal di atas akan dibahas lebih lanjut pada bapaknya masing-masing penulis melanjutkan kesannya tuh Allah kedua beramal beramal dengan ilmu Karena tentu saja fungsi dasar dari suatu pengetahuan adalah untuk diamalkan untuk dipraktekkan. Ketika seseorang beramal dengan ilmunya maka inilah yang dimaksud dengan ilmu yang bermanfaat 


penulis melanjutkan ketiga dakwah 


itu menyeru manusia kepada Allah dengan ilmu yang telah Allah berikan Apakah menjadi suatu keharusan berdakwah dengan ilmu yang telah diamalkan jawabannya tidak harus Tapi tentu yang paling utama adalah berdakwah dengan ilmu yang telah diamalkan Namun bukan berarti ilmu yang belum diamalkan tidak boleh di didakwakan. karena apabila hal tersebut menjadi suatu keharusan yaitu berdakwah hanya boleh dengan ilmu yang telah diamalkan pastilah pintu-pintu amal ma'ruf nahi mungkar akan banyak tertutup dan yang demikian itu sangatlah berbahaya karena sejatinya beramal adalah satu hak dan berdakwah adalah hal yang lainnya penulis melanjutkan dia tuh ada di tempat sabar atas segala ujian yang ada padanya yakni bersabar atas segala ujian dan gangguan 


dalam berdakwah penulis melanjutkan wajar kalau lu cara dalilnya firman Allah Bismillahirrohmanirrohim Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang Demi Masa Innal insana lafi khusrin sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh watawa saubil Haq dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran watawa saubis Sobri dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran Pada surat ini Allah bersumpah dengan waktu sumpah ini mengindikasikan bahwa waktu adalah sesuatu yang penting yang memiliki kekhususan tersendiri karena Allah tidak akan bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung Innal insaana lafii khusrin sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian dalam kebinasaan gila kecuali siapa ya Allah kecuali kan dari orang-orang yang rugi tersebut. 


mereka adalah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang berilmu berilmu akan Allah akan nabinya shallallahu alaihi wasallam dan akan agama Islam dibarengi dengan dalil-dalilnya lihat ini yang di maksud dengan point kedua yaitu beramal watawa saubil Haq dan nasehat menasehati supaya mentaati dalam kebenaran ini yang dimaksud dengan berdakwah dan yang terakhir buat awal Saudi Store sebagai dalil untuk poin keempat yaitu bersabar 


kesimpulan ya setiap orang dalam kerugian kecuali orang yang memiliki 4 sifat yaitu berilmu beramal dengan ilmunya berdakwah dengan ilmunya dan terakhir dia dapat bersabar ketika mengalami ujian dalam berdakwah. Selanjutnya penulis menampilkan dua perkataan Imam besar 


collection 

الله حجه على خلقه الا هذه الصوره على كفته. 


berkata seandainya Allah tidak menurunkan hujjah kepada hambaNya melainkan hanya menurunkan surat ini saja niscaya surat ini telah mencukupi nya 


رحمه الله تعالى باب العلم قبل القول والعمل. والدليل قوله تعالى فاعلم انه لا اله الا الله واستغفر لذنبك فابدا بالعلم قبل القول والعمل. 


kata ilmu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan dari firman Allah ta'ala 


لا اله الا الله واستغفر لذنبك. 


Bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu. Oleh karena itu ilmu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan 


tidak bermaksud bahwa surat ini sudah mencukupi segala aspek dalam syariat seutuhnya Namun yang dimaksud adalah surat ini sudah mencukupi sebagai dalil untuk memerintahkan hambanya dalam berilmu beriman beramal berdakwah dan bersabar. Adapun ayat lailahaillallah. 


Imam Bukhari karena Allah pada ayat ini memerintahkan nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk mengetahui terlebih dahulu untuk mengetahui terlebih dahulu bahwasannya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah ini adalah ilmu dan setelah perintah tersebut Allah baru memerintahkan nabinya untuk beramal dalam konteks ayat ini amalan itu adalah beristighfar atau meminta ampun. Assalamualaikum warahmatullahi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tsl

Skai aqidah

TSL- Halaqah 4 Tsalatsatul utsul Makna Hanifiyyah