MMS USULU SITTA 13

Bismillah was shalatu was salamu ala rasulillah haula wala quwwata illa Billah 

para sahabat madrasah mar'ah shaliha yg dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala ini adalah majelis yang ke-13 dari rangkaian usul Sitta,enam prinsip dlm agama Islam.

 kita akan juga membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pandangan politik ahlu sunnah terhadap penguasa,

setelah kita menjelaskan dalil sekilas sekarang tentu ada pertanyaan 

bagaimana menyikapi Ketika seseorang melihat penguasa melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh agama??

Bagaimana sikap kita dan bagaimana pula kita menasehati mereka?

 ini yang penting 

Penjelasan yang pertama, Rasulullah shalla Sallam menjelaskan bila kita melihat sesuatu kemungkaran yang ada di tengah-tengah kaum penguasa d

Barang siapa yang melihat sesuatu yang tidak ia sukai tidak ia sukai, bukan keinginan hawa nafsu atau kehendak Pribadi. tapi tidak disukai secara pandangan agama dari penguasanya, maka hendaklah ia bersabar. Karena barangsiapa yang memisahkan diri dari sejengkal saja dari Jamaah, dari persatuan bangsa ya kaum muslimin ya lalu ia mati.

maka kematiannya dalam keadaan mati jahilia.

 ini tentu ketegasan larangan dari melakukan upaya2 memecah belah bangsa.

kemudian perintah tegas  wajib taat kepada penguasa sekalipun mereka bertindak zalim dan tidak menunaikan kewajiban terhadap rakyat

Sebagaimana dijelaskan dlm hadits Huzaifa, sahabat rosul, yg berkata "wahai Rasulullah Sesungguhnya kami dahulu berada di dalam kondisi yang sangat buruk penuh keburukan. Lalu Allah mendatangkan kebaikan ini yaitu, Islam. Lalu sekarang Kami sekarang berada di dalamnya. Apakah setelah kebaikannya ada hal yang buruk?

kata Rasul ia. kemudian bertanya lagi Apakah dibalik yang buruk itu ada kebaikan? Jawab beliau Iya. Apakah setelah kebaikan itu  ada keburukan? jawabnya ia.  Bgmn bentuknya keburukan itu? 

 akan datang pemimpin setelahku  yang tidak menjadikan petunjukku sebagai pedoman dan tidak pula menjalankan sunnahku.

Di tengah-tengah mereka terdapat  orang2 yg  hati mereka seperti hati setan yaitu  manusia- manusia berhati setan dengan jasad manusia.

 Ya Rasulullah apa yang harus aku ambil tindakan saat menemui kondisi seperti itu?? 

kata rasulullah taat dan patuhlah kepada pemimpin. sekalipun dia memukulmu, punggungmu tetaplah kamu tetap dengar dan patuh.


 kemudian dikisahkan pula dalam hadis yang lain oleh Usamah bin salamah alju'fi

 ya nabi Allah Bagaimana pendapatmu jika berkuasa atau kamjpemimpin yang menuntut hak mereka dan merampas hak kami? Apakah perintahmu kepada kami??

 Setelah sekian kali beliau mengelak dari menjawab pertanyaan tersebut.

 sampai ke dua kalinya maka ia ditarik oleh As as bin Qois. Rosul menjelaskan " taat dan patuh . Sesungguhnya mereka bertanggung jawab apa yang diperintahkan kepada mereka, yang dibebankan atas mereka. dan kalian btanggung jawab atas apa yg dibebankan atas kalian.

Ini dalil2 ttg bagaimana menyikapi atau melihat kedzoliman pemimpin atau penguasa. Bukan berarti kita diam. Berikut akan kita sampaikan langkah-langkah dlm menasehati penguasa.

kemudian juga dalam hadis yang lain di Jelaskan "sesungguhnya akan ditugaskan untuk memimpin kalian para pemimpin. Lalu kalian mengetahui kedzolimannya. Dan mengingkarinya.  Barangsiapa yang membenci perkara tersebut, Lalu berlepas diri dan mengingkari,  maka sungguh ia selamat. (dari dosa tentunya dan azab Allah).

akan tetapi barangsiapa yang rela dan mengikutinya maka ia telah bermaksiat. mereka para sahabat bertanya "wahai Rasulullah Bolehkah kita memerangi mereka? Rosul menjawab, tidak boleh selama mereka melaksanakan salat. di maksud dari membenci dan mengingkari dalam hadits di sini adalah membenci dengan mengingkari dg hati 


Kemudian Rasulullah shalla Sallam juga menegaskan dalam hadis yang lain"Sebaik baik pemimpin kalian adalah yg mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka.  mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka 

Seburuk2 pemimpin adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. mereka mengutuk kalian, ada yang bertanya apa boleh kita memeranginya dengan senjata ? Rosul menjawab jangan selama mereka masih mbolehkan kalian u melaksanakan salat.

Kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian membencinya (membencinya secara agama) bencilah amal perbuatanny.  

jangan kalian melepaskan ketaatan kalian. 

banyak juga ungkapan para ulama Salaf yang salah satunya Fudhail bin Iyadh, seandainya aku memiliki doa yang Mustajab, Aku tidak akan berikan kecuali untuk pemimpin. karena  kebaikan seorang pemimpin membuat negeri dan rakyatnya menjadi tentram 


berkata pula imam thohawi "kita tidak membolehkan tindakan melawan Penguasa dan para pemimpin kita. Sekalipun mereka berlaku dzolim. kita tidak mendoakan kebinasan atas mereka. kita tidak meninggalkan ketaatan kepada mereka. kita meyakini bahwa ketaatan kepada mereka adalah wajib. termasuk di antara ketaatan kepada Allah selama mereka tidak menyuruh kepada yang maksiat. kita mendoakan mereka agar dituntut untuk berbuat baik dan diberi kesehatan 

Berkata syeikh Muhammad bin abdil wahhab, bantahan yg menuduh dakwah wahbi kpd paham radikal  "saya berpandangan tentang wajibnya taat kepada para pemimpin kaum muslimin, baik yang berlaku adil maupun yang berbuat zalim. selama mereka tidak menyuruh kepada perbuatan yang maksiat

 dari ungkapan ini, jelas beliau terbantah tuduhan bohong bahwa beliau menganut paham2 teroris atau khawarij.

Melalui dalil2 di atas tadi, tahu kita bahwa terdapat berapa hal penting yang diketahui 

1) tunduk dan patuh kepada pemimpin adalah wajib dalam segala kondisi kecuali dalam hal maksiat 

2) dilarang menggulingkan penguasa bila mereka tidak mau menerima nasehat 

3) dilarang memicu fitnah atau melakukan sebab-sebab yang menimbulkan fitnah 

4) dilarang melakukan segala bentuk tindakan menghasut melawan penguasa baik lisan maupun tulisan 

5) dilarang melakukan pemberontakan kepada penguasa selama mereka tidak melakukan kekufuran yang nyata

6) wajib menjaga keutuhan persatuan bangsa negara 

7) dilarang melakukan tindakan provokasi untuk melemahkan penguasa 

8) ancaman keras bagi orang yang melakukan hal tersebut


Lalu bagaimana pula adab adab dalam menasehati penguasa??

Taat pd yg maruf, selama perintahnya tidak melanggar tidak menentang perintah Allah dan Rasulullah Shallallahu salam. yang bertentangan tentu kita tidak wajib dan tidak boleh mengikuti perintah itu.

tetapi bukan berarti kita tidak melakukan perintah sesuai Alquran. jadi yang salah memang tidak kita ikuti yang benar kita ikuti 

dan adanya keputusan-keputusan yang tidak sesuai dengan aturan agama bukan berarti kita melakukan tindakan-tindakan yang provokasi tapi kita tetap menyampaikan nasihat dengan cara yang baik. 


Bagaimana pula adab dalam menyampaikan nasihat kepada penguasa ini yang akan kita Jelaskan salah pada majelis yang ke-14 

jadi majelis kita yang usul yang ketiga ini prinsip ketiga ini agak panjang karena memang butuh sedikit dari penjelasan u menentang syubhat2. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tsl

Skai aqidah

TSL- Halaqah 4 Tsalatsatul utsul Makna Hanifiyyah