MMS- USULU SITTAH 10

Bismillah was shalatu was salamu ala rasulillah haula wala quwwata illa Billah para sahabat mar'ah shaliha yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala

 ini adalah Jumpa Kita dlm majelis yang ke-10 dari kitab usul sitta masih membahas prinsip yg ke-2 tentang wajibnya menjaga persatuan dan agama dan haramnya membuat perpecahan dalam agama 


jadi penjelasan ini berbicara tentang wajib menjaga persatuan dan agama adalah larangan berpecah belah dlm agama ini, berpesan kepada dua tingkatan.

 para ulama diharamkan mereka membuatkan pendapat-pendapat yang menyebabkan terpecahnya umat 

para orang awam, para penuntut ilmu diharamkan mereka mengikuti pendapat pendapat yang menyebabkan terpecah belahnya umat.


 Jadi ini 2 prinsip harus dipahami tersebut adalah peringatan bagi orang berilmu jangan mengeluarkan pendapat yang tidak ada dasarnya tidak berdalil atau pendapat pendapatnya yang menyebabkan Tata cobalah belahnya umat 

yang kedua adalah haramnya bagi orang-orang yang menuntut ilmu atau orang awam untuk mengikuti pendapat pendapat yang menyelisihi pemahaman Salafus Sholeh dan atau pendapat dapat menimbulkan keresahan dapat memberikan 


pada pertemuan yang ke-10 ini kita akan Jelaskan apa solusi jika terjadi perpecahan, perbedaan pendapat dalam agama baik yang usuluddin maupun pendapat2 yg khilaf furuiyyah (perbedaan pendapat di cabang agama) 

adalah kita semua disuruh  untuk kembali kepada Alquran dan sunnah

 Allah Subhanahu Wa Ta'ala surah Annisa ayat 59 

 jika kalian terjadi perselisihan tentang sesuatu maka Kembalikanlah kepada Allah dan rasulnya ya jika kalian adalah orang-orang yang benar-benar beriman dengan Allah dan hari akhir

Dalam ayat yg mulia ini Allah menegaskan kalian terjadi perselisihan di antara  kalian tentang sesuatu kembali kepada Allah, maksudnya kembali kepada Alquran Karim 

kembali kepada rasul maksudnya kembali kepada Sunnahnya setelah Rasul wafat tentunya kembali kepada Sunnah rosul dan ditegaskan itu adalah standar keimanan kalian kepada Allah dan hari akhir 


maka orang yang memang betul-betul beriman kepada Allah dan hari akhir perbedaan pendapat perselisihan, dia akan mencari solusi mencari kebenaran apa yang dikatakan oleh Allah dan apa dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 


jangan seperti yang dikatakan oleh sebagian orang yang kita bebas mendapat saling bertoleransi saling menghargai .

betul, jika itu dalam hal-hal yang apa namanya pendapat-pendapat yang tidak ditemukan dalil tegas ataupun pendapat yang berbeda dalam segi furiiyya. tapi berbeda pendapat di furuiyyah pun , kalau kita lihat ulama, Tetap mereka berusaha dalam mencari yg Rojih dalam mencari pendapat yang kuat kembali kepada Alquran dan Sunnah 


bukan kalau sudah pendapat ini pas dengan hawa nafsu kita diterima. Bukan demikian. Memilih pendapat walaupun berbeda dlm masalah furuiyyah itu wajib tetap didasarkan atas kebenaran Alquran sunnah

 karena alquran dan sunnah lebih lebih menguatkan pendapat ini. bukan karena pendapat ini sesuai dengan budaya masyarakat saya atau Kenapa dapat ini lebih cocok dengan saya dengan guru saya dengan komunitas yang tidak. waspada itu kalau itu berarti dasar memilihnya adalah hawa nafsu. bukan karena perintah Allah dan rosulNya. 

kemudian dalil2 yang lain ya yang memerintahkan agar kita rujuk kepada Allah dan rasulnya 

Di mana Rasulullah SAW sesungguhnya aku meninggalkan  di tengah kalian sesuatu yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya setelah aku.  Yaitu apa kitab Allah dan Sunnah Nya 


maka ketika rosul menjelaskan ini berarti apa??

 bahwa kita ketika ada pendapat yang menyelisihi baik dalam urusan Ibadah, dalam urusan akidah, urusan muamalah akhlak dan seterusnya maka yang jadi standar kebenarannya adalah Alquran dan Sunnah serta pemahaman para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam 

Jadi kalau berbeda pendapat, akan terjadi banyak-banyak pendapat tentunya. maka kita akan kembali kepada Alquran dan sunnah dan pemahaman Salafus Sholeh.

Sebagaimana ketika Rasulullah Wasallam menjelaskan akan terjadi perpecahan dlm umat ini, rosul menjelaskan jalan keluar dr perpecahan itu adl "ma ana alaihi wa ashabii"


 akan terpecah umat ini menjadi 73 golongan. semuanya diancam masuk neraka kecuali yg satu. sahabat bertanya bagaimana kelompok yang satu itu, maka kelompok yg selamat itu firqotun najiyah tersebut  adl yg org yg berpegang teguh dg apa yg aku berada di atasnya dan sahabatku


dalam hadis huzaifa juga jelas, Rosulullah menjelaskan, sungguh yg hidup di antara kalian akan melihat perpecahan yg banyak. Maka hendaklah kalian pegang erat sunnahku dan sunnah khulafau rasyidin.

Kenapa rosul tidak menyuruh sunnahnya saja??

 

 karena banyak pula kelompok-kelompok yg mengklaim dalilnya dari isunnah terhadap penyimpangan-penyimpangan mereka lakukan 

maka untuk mengetahui apakah benar pendalilan mereka terhadap dalil tersebut, dilihat dari sisi pemahaman sahabat dalam memahami Ayat tersebut atau hadis yang mereka jadikan sebagai landasan mereka.

 maka oleh sebab itu banyak sekali ayat yang menyuruh kita untuk kembali kepada pemahaman para sahabat. 

Pujian Allah kepada sahabat dalam Quran semua adalah untuk kita jadikan mereka sebagai tauladan kita dalam menjalankan agama yang mulia ini.

seperti juga sabda Rosul memuji para sahabat, khoirun nasi qorni, sebaik2 kurun adalah masaku, kemudian generasi berikutnya dan berikutnya. kepada generasi berikutnya itu para sahabat para tabiin dan tabiut tabiin

kenapa disebut khairiyyah??adalah generasi yang terbaik kalau kita ingin menjadi orang terbaik dan menjalankan agama maka teladani mereka Maka Rasulullah memuji mereka ini lebih terbaik yang berhak untuk kalian jadikan sebagai standar dlm menjalankan agama ini. sebagai pedoman kalian dalam memahami agama yang mulia ini maka Rasulullah telah mengabarkan bahwa mereka adalah sebaik-baik generasi 


sebetulnya walaupun tidak di kabari oleh rosululllah, secara Fitrah dan naluri kita akan mengatakan  sahabat adalah generasi yang terbaik karena beliau adalah murid langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi Rasulullah menegaskan menjelaskan agar umatnya benar-benar menjadikan para sahabat dan para tabiin akibat tersebut sebagai panutan dan teladan mereka dalam menjalankan agama yang mulia ini 


kemudian Ayah yang lainnya menjelaskan bahwa kita wajib ketika berbeda yang menjadi solusi adalah kembali kepada Alquran sunnah, Allah Subhana surat an-nur ayat 51,

  sesungguhnya ungkapan orang beriman itu apabila diajak kembali kepada Allah mengikuti perintah diseru kepada Allah dan rasulnya Iya aku mah baik untuk memberikan keputusan antara mereka. mereka mengatakan kami dengar dan kami taat

 jadi inilah gambaran orang mukmin yang benar orang mukmin yang agamanya Allah semata Allah bahwa ungkapannya ketika diajak mengamalkan Al Quran, mengamalkan as-sunnah bertahakum menjadi keputusan diantara mereka dalam perselisihan mereka adalah Quran sunnah dan mereka apabila telah menemukan geli ya Mereka tidak lagi mengelas mencari alasan lain mereka Langsung mengatakan sami'na wa atokna kami dengar dan kami taat


 yg kemudian juga menjelaskan surah Annisa ayat 65,

 maka demi Allah Subhanahu ta'ala tidaklah mereka beriman sampai mereka menjadikan engkau muhammad sebagai Hakim pada perkara mereka berselisih antara mereka kata Allah jadi keputusan mereka menjadikan rasul sebagai dari perselisihan mereka alami 

 mereka menjadikan engkau muhammad sebagai Hakim dalam perkara mereka 

berbeda pendapat di antara mereka cuma lain kemudian tidak ada di dalam diri mereka sedikit rasa kecewa  apa berita dari perkalian telah engkau putuskan wasalimutaslima dan mereka benar-benar tunduk dan patuh lagi patuh ya


tidak ada rasa kecewa tidak ada rasa kesal dalam menghadapi dalam menerima keputusan yang telah Rasulullah Wasallam dijelaskan dalam sunannya berapa ayat yang mewajibkan bila kita berbeda pendapat kita kembali kepada Alquran dan Sunah kepada pemahaman para sahabat Nabi SAW wassalam 

karena setiap kelompok kelompok kadang-kadang memelintir ayat dan juga setelah Dini untuk mendukung pendapat maka kita perlu merujuk dalam memahami dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut kepada Paman para sahabat Wallahu A'lam bishshawab wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tsl

Skai aqidah

TSL- Halaqah 4 Tsalatsatul utsul Makna Hanifiyyah